Jokowi Memulai Masa Jabatan Baru Dengan Upacara Yang Dijaga Ketat

Presiden Indonesia Jokowi dilantik untuk masa jabatan kedua pada hari Minggu, ketika helikopter terbang di atas dan pasukan mengawasi di ibu kota Jakarta beberapa hari setelah militan Islam mencoba membunuh menteri keamanan utamanya. Para kepala negara asing, anggota parlemen, dan rival politik melihat saat Jokowi, 58, dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, 76, membaca sumpah untuk memulai masa jabatan lima tahun memimpin negara mayoritas Muslim terbesar di dunia itu.

Di luar parlemen, bendera merah-putih Indonesia tersebar di beberapa bagian kota, tetapi perayaan diredam dengan jumlah pendukung yang kalah jumlah oleh sekitar 30.000 personel keamanan yang dikerahkan di tengah kekhawatiran akan serangan lain. Demonstrasi juga dilarang pada hari Minggu karena kekerasan ekstremis terus melanda Indonesia.

Beberapa ribu pendukung, banyak yang mengenakan kaos bergambar pemimpin, menyaksikan upacara tersebut di layar lebar di dekat monumen nasional Jakarta.

“Saya khawatir (kelompok garis keras) Islam akan mengambil alih negara jika dia kalah,” kata pendukung Suprihatini, yang hanya punya satu nama, kepada AFP.

“Saya Muslim, tapi saya tidak ingin gerakan seperti itu di sini,” tambah pria berusia 53 tahun itu.

Dikenal luas sebagai Jokowi, presiden mengatakan masa jabatan terakhirnya akan ditujukan untuk memberantas kemiskinan dan melambungkan negara berpenduduk sekitar 260 juta itu menjadi negara maju dengan salah satu dari lima ekonomi teratas dunia pada tahun 2045.

“Saya menyerukan kepada para menteri, pejabat publik dan birokrat untuk menanggapi target ini dengan serius,” katanya kepada parlemen, seraya menambahkan bahwa pejabat yang tidak berkomitmen pada tujuannya akan dipecat.

Di Jakarta, para pendukung membawa bendera Indonesia sepanjang 200 meter (655 kaki) di sepanjang jalan, sementara para pendukung Jokowi memasang tumpeng setinggi tujuh meter (23 kaki) untuk menghormatinya – membawakan hidangan berbentuk kerucut yang menjulang tinggi – di kota terbesar kedua di negara itu Surabaya. Jokowi, mantan pengusaha populer dan pencinta musik heavy metal dari luar elit politik dan militer, dipuji sebagai jawaban Indonesia kepada Barack Obama ketika ia pertama kali terpilih pada tahun 2014, sebagian karena penggerak infrastruktur jalan-ke-bandara. Namun kepemimpinannya telah mendapat kecaman yang memuncak setelah gelombang krisis yang mengancam akan membayangi masa jabatan terakhirnya.

Tantangan yang dihadapi presiden berkisar dari demonstrasi anti-pemerintah nasional di mana 3 siswa tewas dan kebakaran hutan yang menimbulkan asap yang memicu ketegangan diplomatik dengan tetangga Indonesia, hingga kerusuhan mematikan di provinsi Papua dan perlambatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Itu menandai perputaran keberuntungan hanya beberapa bulan setelah Jokowi mencetak kemenangan pemilihan ulang yang mengejutkan melawan mantan jenderal militer.

“Ini adalah titik terlemah dalam kepemimpinan politik Jokowi,” kata Arya Fernandes, peneliti di Pusat Kajian Strategis dan Internasional yang berbasis di Jakarta.

“Ini ujian bagi presiden di masa kritis.”

Protes meletus bulan lalu di seluruh nusantara yang merupakan salah satu unjuk rasa mahasiswa terbesar sejak demonstrasi massa menggulingkan kediktatoran Suharto pada tahun 1998. Pelantikan Jokowi terjadi lebih dari seminggu setelah kepala menteri keamanan negara itu ditikam dalam serangan oleh dua anggota kelompok ekstremis lokal yang bersekutu dengan kelompok ISIS. Dua tersangka ditangkap di tempat kejadian, sementara puluhan tersangka militan telah ditahan di seluruh negeri setelah upaya pembunuhan terhadap Wiranto, mantan jenderal yang hanya dikenal dengan satu nama. Pria berusia 72 tahun itu sedang dalam pemulihan di rumah sakit.

Masa jabatan baru Jokowi juga muncul di tengah kritik bahwa dua dekade reformasi demokrasi Indonesia sedang terkikis di bawah pengawasan seorang pria yang pernah dipuji oleh majalah Time sebagai “Harapan Baru”.

Memilih ulama konservatif Amin sebagai wakil presiden juga mempertanyakan reputasi Indonesia yang toleran terhadap Islam. Pemerintahan Jokowi tampak lengah dalam protes bulan September yang membuat ribuan siswa turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang serangkaian reformasi yang memecah belah, termasuk melarang seks pranikah dan perubahan yang menurut para kritikus akan melemahkan lembaga anti-korupsi.

This entry was posted in Video. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.